siang yang membuat resah.. setelah membereskan cucian yang super duper banyak, aku mengistirahatkan sejenak tubuh ini. berbaring dikamar kost beralaskan karpet berbantal tepian kasur (soalnya gawat kalau baring diatas t4 tidur.. durasinya bakalan lammmaaa)..meluruskan badan ..meregangkan otot - otot...
dering handphone ku tiba - tiba sedikit memaksa untuk bergerak dan meraihnya.. eh ternyata mama menelpon...kujawab salam mama berikut pertanyaan2nya mengenai kabarku.. memang sudah menjadi ritual mama ketika menelpon.. lagi dimana nak ??? sehat2 saja kan ??? sudah makan ??? bagaimana kuliah mu ??? dan selanjutnya aku akan sedikit bercerita pada mama tentang kabarku hari itu, lalu kemudian akan balas menanyakan kabar mama dan keluarga yang lain..
hmmm... aku menangkap nada suara mama yang agak aneh kali ini. sepertinya ada sesuatu yang ingin beliau sampaikan... dan benar saja..kurasakan kecanggungan mama sewaktu memulai pembicaraan itu. aku ingat mama sempat membicarakan singkat hal ini kepadaku sesaat sebelum taxi yang akan mengantarkanku ke bandara tiba. tapi waktu itu pembicaraan kami terlalu singkat dan menyisakan ketakjelasan hingga akhirnya aku harus berangkat. dan waktu itu aku memang tak menanggapi serius, bukan tanpa alasan. tapi justru aku merasa ada ketakberesan pada perkara itu dan tentu saja aku tak mau ambil pusing terlibat didalamnya. tapi ternyata bagi mama ditanggapi lain. aku tak menyangka sebaris kalimat terakhir ku justru membekaskan harapan dihati mama.
harapan yang kemudian berganti menjadi kecewa. aku memang tak pernah berpikir mama bakal menanggapi serius masalah ini. karna terus terang aku telah memiliki penilain tersendiri terhadap masalah ini . walau hal itu tidak pernah aku ungkapkan pada mama. betul - betul tidak tertarik pada ketakberesan yang kutemui diawalnya.
mungkin kesalahanku karnadari awal aku tidak menjelaskan secara detail pada mama. dan hal itu harus aku bayar, aku difitnah. mama sempat percaya pada pembawa berita itu yang akhirnya membuat aku kena marah dari mama. hmmm..sikap mama bisa kumaklumi karna memang pembawa berita itu adalah keluarga dekat kami dan reputasinya dikeluarga besar tidak terlalu buruk.
kucoba menjelaskan jalan cerita yang sebenarnya pada mama. emosiku seperti teraduk - aduk entah dengan kecepatan berapa rpm. rasa kesal pada pembawa berita yang lebay. hingga akhirnya mama mengerti duduk perkara yang sebenarnya. aku kemudian meminta kepada mama untuk tak lagi membahas masalah ini. tak ingin membuat mama menjadi lebih kecewa lagi. aku katakan bahwa sesuatu yang tidak kita dapatkan hari ini, itu bukan karna kita gagal atau karna kebodohan kita pun bukan karna kesalahn orang lain, akan tetapi karna itu memang bukanlah hak kita. Allah lebih tau mana yang pantas kita peroleh. mana yang terbaik untuk kita miliki.
dan diantara kumandang adzan dzuhur, bait - bait do'a meluncur dari mulut mama.. aku terenyuh..tak kuasa menahan perasaan. ku aminkan segala do'a mama , kuaminkan dengan sepenuh hati sembari membisikkan pula do'a.. ya Allah kabulkan segala permohonan mama-ku.
#bandung, 18 januari 2013
.jpg)
