Sabtu, 19 Januari 2013

kabar dari mama


siang yang membuat resah.. setelah membereskan cucian yang super duper banyak, aku mengistirahatkan sejenak tubuh ini. berbaring dikamar kost beralaskan karpet berbantal tepian kasur (soalnya gawat kalau baring diatas t4 tidur.. durasinya bakalan lammmaaa)..meluruskan badan ..meregangkan otot - otot...

 dering handphone ku tiba - tiba sedikit memaksa untuk bergerak dan meraihnya.. eh ternyata mama menelpon...kujawab salam mama berikut pertanyaan2nya mengenai kabarku.. memang sudah menjadi ritual mama ketika menelpon.. lagi dimana nak ??? sehat2 saja kan ??? sudah makan ??? bagaimana kuliah mu ??? dan selanjutnya aku akan sedikit bercerita pada mama tentang kabarku hari itu, lalu kemudian akan balas menanyakan kabar mama dan keluarga yang lain.. 
  
hmmm... aku menangkap nada suara mama yang agak aneh kali ini. sepertinya ada sesuatu yang ingin beliau sampaikan... dan benar saja..kurasakan kecanggungan mama sewaktu memulai pembicaraan itu. aku ingat mama sempat membicarakan singkat hal ini kepadaku sesaat sebelum taxi yang akan mengantarkanku ke bandara tiba. tapi waktu itu pembicaraan kami terlalu singkat dan menyisakan ketakjelasan hingga akhirnya aku harus berangkat. dan   waktu itu aku memang tak menanggapi serius, bukan tanpa alasan. tapi justru aku merasa  ada ketakberesan pada perkara itu dan tentu saja aku tak mau ambil pusing terlibat didalamnya. tapi ternyata bagi mama ditanggapi lain. aku tak menyangka sebaris kalimat terakhir ku justru membekaskan harapan dihati mama. 

harapan yang kemudian berganti menjadi kecewa. aku memang tak pernah berpikir mama bakal menanggapi serius masalah ini. karna terus terang aku telah memiliki penilain tersendiri terhadap masalah ini . walau hal itu tidak pernah aku ungkapkan pada mama. betul - betul tidak tertarik pada ketakberesan yang kutemui diawalnya. 
mungkin kesalahanku karnadari awal aku  tidak menjelaskan secara detail pada mama. dan hal itu harus aku bayar, aku difitnah. mama sempat percaya pada pembawa berita itu yang akhirnya membuat aku kena marah dari mama. hmmm..sikap mama bisa kumaklumi karna memang pembawa berita  itu adalah  keluarga dekat kami dan reputasinya dikeluarga besar tidak terlalu buruk. 

kucoba menjelaskan jalan cerita yang sebenarnya pada mama. emosiku seperti teraduk - aduk  entah dengan kecepatan berapa rpm. rasa kesal pada pembawa berita yang lebay. hingga akhirnya mama mengerti duduk perkara yang sebenarnya. aku kemudian meminta kepada mama untuk tak lagi membahas masalah ini. tak ingin membuat mama menjadi lebih kecewa lagi. aku katakan bahwa sesuatu yang tidak kita dapatkan hari ini, itu bukan karna kita gagal atau karna kebodohan kita pun bukan karna kesalahn orang lain, akan tetapi karna itu memang bukanlah hak kita.  Allah lebih tau mana yang pantas kita peroleh. mana yang terbaik untuk kita miliki. 

dan diantara kumandang adzan dzuhur, bait - bait do'a meluncur dari mulut mama.. aku terenyuh..tak kuasa menahan perasaan. ku aminkan segala do'a mama , kuaminkan dengan sepenuh hati sembari membisikkan pula do'a.. ya Allah kabulkan segala permohonan mama-ku. 

#bandung, 18 januari 2013

Rabu, 16 Januari 2013

APA YANG DI SOMBONGKAN ?


Ajal yang menjemput seolah berkata-kata kepada kita;

“Kini saatnya engkau meninggalkan jasadmu dan meninggalkan semua yang kau cintai didunia ini”

“Tak guna apa yang kau usahakan diduniamu dengan keserakahan, karena pada hari ini, aku, maut menjemputmu tanpa menyertakan apapun yang kau miliki”

“Tak guna hartamu yang bertumpuk dan berlimpah, karena aku, sang maut tak pernah terhalang oleh tumpukan harta untuk mencabut nyawamu”


“Tak berarti tinggi pangkatmu, karena aku, sang maut tak pernah peduli setinggi apa kedudukanmu didunia”

“Tak mungkin aku, sang maut mengulur waktu barang sedetikpun untuk memberi kesempatan kepadamu untuk bertobat, karena selama ini engkau telah lalai dalam menghabiskan waktumu”

“Tak ada jatah tambahan bagimu, meski engkau menyesal seluas langit dan sepenuh bumi, karena saat ini adalah akhir bagi kehidupanmu”

“Wahai sahabat, mungkin hari ini engkau yang mengantar jenazah saudaramu kesini, kekuburan ini, esok lusa mungkin tiba giliranmu untuk diusung dikeranda dan ditimbun dengan tumpukan tanah, sahabat, sanak keluarga serta semua orang yang mengantarmu, mereka beramai-ramai menimbunmu dengan tanah, menginjak-injak kuburanmu yang basah, dan setelah itu mereka berlalu meninggalkanmu sendirian dalam himpitan liang lahat yang gelap dan menakutkan, tanpa menoleh, tanpa peduli bagaimana kondisimu didalam kubur sana”

Jika engkau termasuk orang yang beriman dan beramal shaleh, rajin dan baik amalmu selama didunia, maka kuburmu mungkin menjadi tempat persinggahan yang nyaman bagimu selama menunggu kiamat tiba. Tapi jika engkau termasuk orang-orang dzalim lagi berdosa, maka kuburmu bagaikan neraka, karena disana engkau akan merasakan kedinginan, kegelapan, dan siksa..Naudzubillah.

“Wahai sahabat, hari ini mungkin kita masih bisa tertawa, tapi siapa yang menjamin besok kita bisa melakukannya? Esok lusa, ketika kematian datang, jangankan tertawa, untuk sekedar senyumpun kita tak akan mampu lagi, mulut kita akan tertutup rapat disumpal kapas putih yang akan menemani kita ke liang lahat.

“Mulut dan lidah yang kala didunia digunakan untuk menyampai kebenaran dan dakwah, akan dibalasi Allah dengan rahmat-Nya, sementara mulut dan lidah yang kala didunia lebih banyak digunakan untuk ghibah dan fitnah, akan diberi minum dari cairan panas yang mendidih, yang akan menghancurkan rongga mulut dan lidah kita, Naudzubillah”

“Wahai sahabat, hari ini mungkin mata kita masih melihat matahari, tapi siapa yang tahu esok atau lusa, ketika kematian datang, mata kita akan terpejam rapat tanpa bisa berkedip sekalipun”

Pandanglah langit dengan binaannya yang kukuh…bintang dengan kelip-kelipnya..matahari dengan sinarnya..tata surya dengan susunannya..bulan dengan cahayanya..angkasa dengan pelanginya..setiap ciptaan Allah mempunyai keindahan tersendiri..biarlah hari-hari berbuat sesuka hatinya..terimalah segala ketentuan yang muktamad dengan berlapang dada..semoga rasa kesyukuran menjadi penghias setiap hamba Nya..

Allah Ta’ala berfirman,

“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu" Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.” (QS. Al An’am: 93)

Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata) : "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar", (tentulah kamu akan merasa ngeri).” (QS. Al Anfal: 50)

Maka dari itu, ingatlah akan kedatangan kematianmu yang pasti terjadi, agar engkau tidak lalai dalam menggunakan waktumu, agar engkau tidak silau dengan gemerlap duniamu, agar engkau sadar, bahwa kematian adalah sebuah kepastian.

Masihkah engkau menyombongkan dirimu ???? 

by : mutiara air mata muslimah

H_U_J_A_N



H_U_J_A_N

Apa yang manusia lakukan ketika hujan turun??. Jawabannya beragam tentunya.

Bagi para kaum galauwwun atau galauwers mereka pasti bakal sedih. Tak tau juga apa hubungan antara air hujan dengan air mata. Terkadang kaum galauwun ini suka meneteskan air mata bila air hujan tengah turun. Makin deras hujan makin deras pula air mata yang membasahi pipi.

Entahlah mereka mungkin teringat lagu Jikustik yang berjudul Setia.

Deras hujan yang turun
Mengingatkanku pada dirimu
Aku masih disini untuk setia

Atau mungkin  lagu – lagu lain  yang bertema kesedihan dikaitkan dengan hujan. Yang  menurut para pemujanya keren pisan. 

Di jagad maya juga, tak jarang kita liat status yang “mengutuk” turunnya hujan. Bahkan ada anggapan kalau musim hujan ini musimnya banjir, penyakit, dan hal-hal menyedihkan lainnya, Subhanallah. Padahal hujan ini turun tanpa perlu kita minta. Bersyukurlah kepada Allah ta’ala yang menurunkan hujan tanpa memungut apapun dari kita.

Tak perlu kita melakukan ritual mengorbankan manusia mirip di film Apocalypto. Atau harus menari-nari memanggil hujan seperti kebanyakan masyarakat primitif. Bahkan sering tanpa istisqo (sholat minta hujan) pun, Allah ta’ala tetap memberikan rahmatNya melalui hujan, Alhamdulillah.

Jadi hilangkanlah kesedihanmu dalam hujan. Kenapa?? Karna hujan merupakan salah satu karunia Allah ta’ala.

Bukankah Allah berfirman di surat Qof  yang artinya :

" Dan Kami turunkan dari langit air yang diberkahi lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam "

Air hujan yang turun dari langit mengandung keberkahan. Gak hanya berkah tapi juga suci. Itu mengapa dalam kitab-kitab fiqh air suci yang pertama kali disebut adalah air hujan. Walaupun jika dari air hujan itu tercium bau yang kurang mengenakan. Hal itu tetap sah untuk sarana bersuci tapi ada syaratnya. Yaitu air hujan tersebut jatuh tanpa ada perantara.

Coba sekali-sekali diminum-lah air hujan itu. Rasanya menyegarkan, bertambahlah kesegarannya ketika hujan itu turun di daerah pegunungan. Bahkan bukan hanya untuk diminum. Coba juga rewind masa lalu, waktu masih bocah yang sedang unyu-unyunya. Sekali-kali berbasah-basah-lah ria di tengah hujan atau istilah kerennya mandi hujan. Ya, betul mandi hujan. Walaupun orang-orang juga bakal bertanya-tanya apa yang dilakukan orang seumuran anda di tengah hujan seperti ini??.

Ada seorang ustadz kami di kampus yang berasal dari Kerajaan Arab Saudi. Beliau bertanya-tanya kenapa orang Indonesia ketika hujan turun semuanya lari menyelamatkan diri??. Apakah mereka pikir air itu najis sehingga harus dihindari??

Mungkin salah satu sebabnya adalah orang Indonesia takut dengan petuah Ibu mereka. Yang dulu waktu masih kecil, selalu dan selalu saja ngomel pas liat anak-anaknya basah diguyur hujan.

Kembali ke hujan tadi. Disamping hal-hal yang sudah disebutkan diatas. Ternyata hujan pun membawa keistimewaan yang lain. Bedoa’lah!! terkhusus buat yang lagi atau lebih tepatnya punya hobi galau. Jadikan hujan sebagai momen untuk berdoa, minta kepada Allah ta’ala agar dijauhkan dari galau. Karna ada hadits yang berbunyi seperti ini.

Bersabda Rasul sholallahu ‘alayh wasallam “dua hal yang tidak tertolak, do’a ketika azan, dan dibawah hujan”. Ini riwayat Imam Hakim. Berkata al Manawiy “tidak tertolak karna itumerupakan waktu turunnya rahmat.

Masih ada juga hadits senada yang diriwayatkan oleh Imam Asy Asyafi’i di kitab al Umm-nya.

Berkata Rasul sholallahu ‘alayh wasallam “carilah oleh kalian waktu dikabulkannya do’a, yaitu ketika bertemu pasukan musuh, iqomat sholat, dan turunnya hujan”. Hadits ini berstatus hasan lighoyrihi.

Maka jangan adalagi kata ‘Yah, ujan lagi” dalm menyambut hujan yang turun. Akan sangat jauuuh lebih baik berucap “Alhamdulillah”. Ditambah dengan do’a yang Rasul sholallahu ‘alayh wasallam ucapkan ketika hujan, seperti yang diriwayatkan al Imam al Bukhory.
Ya Allah! Turunkanlah hujan yang bermanfaat (untuk manusia, tanaman dan binatang).

Lho koq hujannya gak berhenti-henti ya??. Tenang saja ndak usah khawatir. Jika dirasa hujan yang turun makin deras. Seolah-olah hampir merubuhkan rumah, atau bahaya yang lain. Gak usah panik, jengkel, ataupun marah-marah. Berdo’alah kembali, persis yang dilakukan oleh Rasul sholallahu ‘alayh wasallam. Masih di riwayatkan oleh Imam Al Bukhory

“Ya Allah! Hujanilah di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya, Allah! Berilah hujan ke daratan tinggi, beberapa anak bukitperut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.”

Yuuk, sekali-sekali mandi hujan..!!