H_U_J_A_N
Apa yang manusia lakukan ketika hujan turun??.
Jawabannya beragam tentunya.
Bagi para kaum galauwwun atau galauwers mereka
pasti bakal sedih. Tak tau juga apa hubungan antara air hujan dengan air mata.
Terkadang kaum galauwun ini suka meneteskan air mata bila air hujan tengah
turun. Makin deras hujan makin deras pula air mata yang membasahi pipi.
Entahlah mereka mungkin teringat lagu Jikustik
yang berjudul Setia.
Deras hujan yang turun
Mengingatkanku pada dirimu
Aku masih disini untuk setia
Atau mungkin lagu – lagu lain yang bertema kesedihan dikaitkan dengan hujan.
Yang menurut para pemujanya keren pisan.
Di jagad maya juga, tak jarang kita liat status
yang “mengutuk” turunnya hujan. Bahkan ada anggapan kalau musim hujan ini
musimnya banjir, penyakit, dan hal-hal menyedihkan lainnya, Subhanallah.
Padahal hujan ini turun tanpa perlu kita minta. Bersyukurlah kepada Allah
ta’ala yang menurunkan hujan tanpa memungut apapun dari kita.
Tak perlu kita melakukan ritual mengorbankan
manusia mirip di film Apocalypto. Atau harus menari-nari memanggil hujan
seperti kebanyakan masyarakat primitif. Bahkan sering tanpa istisqo (sholat
minta hujan) pun, Allah ta’ala tetap memberikan rahmatNya melalui hujan,
Alhamdulillah.
Jadi hilangkanlah kesedihanmu dalam hujan. Kenapa??
Karna hujan merupakan salah satu karunia Allah ta’ala.
Bukankah Allah berfirman di surat Qof yang artinya :
" Dan Kami turunkan dari langit air yang
diberkahi lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman
yang diketam "
Air hujan yang turun dari langit mengandung
keberkahan. Gak hanya berkah tapi juga suci. Itu mengapa dalam kitab-kitab fiqh
air suci yang pertama kali disebut adalah air hujan. Walaupun jika dari air
hujan itu tercium bau yang kurang mengenakan. Hal itu tetap sah untuk sarana
bersuci tapi ada syaratnya. Yaitu air hujan tersebut jatuh tanpa ada perantara.
Coba sekali-sekali diminum-lah air hujan itu.
Rasanya menyegarkan, bertambahlah kesegarannya ketika hujan itu turun di daerah
pegunungan. Bahkan bukan hanya untuk diminum. Coba juga rewind masa lalu, waktu
masih bocah yang sedang unyu-unyunya. Sekali-kali berbasah-basah-lah ria di
tengah hujan atau istilah kerennya mandi hujan. Ya, betul mandi hujan. Walaupun
orang-orang juga bakal bertanya-tanya apa yang dilakukan orang seumuran anda di
tengah hujan seperti ini??.
Ada seorang ustadz kami di kampus yang berasal
dari Kerajaan Arab Saudi. Beliau bertanya-tanya kenapa orang Indonesia ketika
hujan turun semuanya lari menyelamatkan diri??. Apakah mereka pikir air itu
najis sehingga harus dihindari??
Mungkin salah satu sebabnya adalah orang
Indonesia takut dengan petuah Ibu mereka. Yang dulu waktu masih kecil, selalu
dan selalu saja ngomel pas liat anak-anaknya basah diguyur hujan.
Kembali ke hujan tadi. Disamping hal-hal yang
sudah disebutkan diatas. Ternyata hujan pun membawa keistimewaan yang lain.
Bedoa’lah!! terkhusus buat yang lagi atau lebih tepatnya punya hobi galau.
Jadikan hujan sebagai momen untuk berdoa, minta kepada Allah ta’ala agar
dijauhkan dari galau. Karna ada hadits yang berbunyi seperti ini.
Bersabda Rasul sholallahu ‘alayh wasallam “dua
hal yang tidak tertolak, do’a ketika azan, dan dibawah hujan”. Ini riwayat Imam
Hakim. Berkata al Manawiy “tidak tertolak karna itumerupakan waktu turunnya
rahmat.
Masih ada juga hadits senada yang diriwayatkan
oleh Imam Asy Asyafi’i di kitab al Umm-nya.
Berkata Rasul sholallahu ‘alayh wasallam
“carilah oleh kalian waktu dikabulkannya do’a, yaitu ketika bertemu pasukan
musuh, iqomat sholat, dan turunnya hujan”. Hadits ini berstatus hasan
lighoyrihi.
Maka jangan adalagi kata ‘Yah, ujan lagi” dalm
menyambut hujan yang turun. Akan sangat jauuuh lebih baik berucap
“Alhamdulillah”. Ditambah dengan do’a yang Rasul sholallahu ‘alayh wasallam
ucapkan ketika hujan, seperti yang diriwayatkan al Imam al Bukhory.
Ya Allah! Turunkanlah hujan yang bermanfaat
(untuk manusia, tanaman dan binatang).
Lho koq hujannya gak berhenti-henti ya??. Tenang
saja ndak usah khawatir. Jika dirasa hujan yang turun makin deras. Seolah-olah
hampir merubuhkan rumah, atau bahaya yang lain. Gak usah panik, jengkel,
ataupun marah-marah. Berdo’alah kembali, persis yang dilakukan oleh Rasul
sholallahu ‘alayh wasallam. Masih di riwayatkan oleh Imam Al Bukhory
“Ya Allah! Hujanilah di sekitar kami, jangan
kepada kami. Ya, Allah! Berilah hujan ke daratan tinggi, beberapa anak
bukitperut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.”
Yuuk, sekali-sekali mandi hujan..!!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar