Rabu, 16 Januari 2013

H_U_J_A_N



H_U_J_A_N

Apa yang manusia lakukan ketika hujan turun??. Jawabannya beragam tentunya.

Bagi para kaum galauwwun atau galauwers mereka pasti bakal sedih. Tak tau juga apa hubungan antara air hujan dengan air mata. Terkadang kaum galauwun ini suka meneteskan air mata bila air hujan tengah turun. Makin deras hujan makin deras pula air mata yang membasahi pipi.

Entahlah mereka mungkin teringat lagu Jikustik yang berjudul Setia.

Deras hujan yang turun
Mengingatkanku pada dirimu
Aku masih disini untuk setia

Atau mungkin  lagu – lagu lain  yang bertema kesedihan dikaitkan dengan hujan. Yang  menurut para pemujanya keren pisan. 

Di jagad maya juga, tak jarang kita liat status yang “mengutuk” turunnya hujan. Bahkan ada anggapan kalau musim hujan ini musimnya banjir, penyakit, dan hal-hal menyedihkan lainnya, Subhanallah. Padahal hujan ini turun tanpa perlu kita minta. Bersyukurlah kepada Allah ta’ala yang menurunkan hujan tanpa memungut apapun dari kita.

Tak perlu kita melakukan ritual mengorbankan manusia mirip di film Apocalypto. Atau harus menari-nari memanggil hujan seperti kebanyakan masyarakat primitif. Bahkan sering tanpa istisqo (sholat minta hujan) pun, Allah ta’ala tetap memberikan rahmatNya melalui hujan, Alhamdulillah.

Jadi hilangkanlah kesedihanmu dalam hujan. Kenapa?? Karna hujan merupakan salah satu karunia Allah ta’ala.

Bukankah Allah berfirman di surat Qof  yang artinya :

" Dan Kami turunkan dari langit air yang diberkahi lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam "

Air hujan yang turun dari langit mengandung keberkahan. Gak hanya berkah tapi juga suci. Itu mengapa dalam kitab-kitab fiqh air suci yang pertama kali disebut adalah air hujan. Walaupun jika dari air hujan itu tercium bau yang kurang mengenakan. Hal itu tetap sah untuk sarana bersuci tapi ada syaratnya. Yaitu air hujan tersebut jatuh tanpa ada perantara.

Coba sekali-sekali diminum-lah air hujan itu. Rasanya menyegarkan, bertambahlah kesegarannya ketika hujan itu turun di daerah pegunungan. Bahkan bukan hanya untuk diminum. Coba juga rewind masa lalu, waktu masih bocah yang sedang unyu-unyunya. Sekali-kali berbasah-basah-lah ria di tengah hujan atau istilah kerennya mandi hujan. Ya, betul mandi hujan. Walaupun orang-orang juga bakal bertanya-tanya apa yang dilakukan orang seumuran anda di tengah hujan seperti ini??.

Ada seorang ustadz kami di kampus yang berasal dari Kerajaan Arab Saudi. Beliau bertanya-tanya kenapa orang Indonesia ketika hujan turun semuanya lari menyelamatkan diri??. Apakah mereka pikir air itu najis sehingga harus dihindari??

Mungkin salah satu sebabnya adalah orang Indonesia takut dengan petuah Ibu mereka. Yang dulu waktu masih kecil, selalu dan selalu saja ngomel pas liat anak-anaknya basah diguyur hujan.

Kembali ke hujan tadi. Disamping hal-hal yang sudah disebutkan diatas. Ternyata hujan pun membawa keistimewaan yang lain. Bedoa’lah!! terkhusus buat yang lagi atau lebih tepatnya punya hobi galau. Jadikan hujan sebagai momen untuk berdoa, minta kepada Allah ta’ala agar dijauhkan dari galau. Karna ada hadits yang berbunyi seperti ini.

Bersabda Rasul sholallahu ‘alayh wasallam “dua hal yang tidak tertolak, do’a ketika azan, dan dibawah hujan”. Ini riwayat Imam Hakim. Berkata al Manawiy “tidak tertolak karna itumerupakan waktu turunnya rahmat.

Masih ada juga hadits senada yang diriwayatkan oleh Imam Asy Asyafi’i di kitab al Umm-nya.

Berkata Rasul sholallahu ‘alayh wasallam “carilah oleh kalian waktu dikabulkannya do’a, yaitu ketika bertemu pasukan musuh, iqomat sholat, dan turunnya hujan”. Hadits ini berstatus hasan lighoyrihi.

Maka jangan adalagi kata ‘Yah, ujan lagi” dalm menyambut hujan yang turun. Akan sangat jauuuh lebih baik berucap “Alhamdulillah”. Ditambah dengan do’a yang Rasul sholallahu ‘alayh wasallam ucapkan ketika hujan, seperti yang diriwayatkan al Imam al Bukhory.
Ya Allah! Turunkanlah hujan yang bermanfaat (untuk manusia, tanaman dan binatang).

Lho koq hujannya gak berhenti-henti ya??. Tenang saja ndak usah khawatir. Jika dirasa hujan yang turun makin deras. Seolah-olah hampir merubuhkan rumah, atau bahaya yang lain. Gak usah panik, jengkel, ataupun marah-marah. Berdo’alah kembali, persis yang dilakukan oleh Rasul sholallahu ‘alayh wasallam. Masih di riwayatkan oleh Imam Al Bukhory

“Ya Allah! Hujanilah di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya, Allah! Berilah hujan ke daratan tinggi, beberapa anak bukitperut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.”

Yuuk, sekali-sekali mandi hujan..!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar