Bandung 14 oktober 2012
Onde – onde ala jalan TH no.19
Mungkin cerita ini kedengarannya konyol… tapi inilah yang
terjadi..lucu, gak masuk akal (mungkin) , bisa bikin harga diri anjlok se
anjlok-anjloknya (parah niy), ampe nangis – nangis.. (ini mah nangisnya karna
kelebihan ketawa..ngetawain kebodohan sendiri maksudnya). sebelumnya saya haturkan permohonan maaf kepada semua pelaku dalam cerita ini, bukan bermaksud menebar aib ataupun melakukan tindak pembunuhan karakarakter ..(lagian penulis kan juga terlibat..hehehe), hanya berharap pembaca bisa mengambil manfaat dan pelajaran dari tulisan ini... maap..maap. Dan untuk para pembaca, dihimbau untuk tidak melakukan tindak kekerasan (nah lho..) dalam bentuk apapun kepada para pelaku kisah ini...
Kejadiannya kemarin, warga Jalan TH no.19 krasak krusuk di dapur hendak demo kenaikan harga BBM..eh salah maksudnya yah demo masak
gitu. Dilatar belakangi seorang penghuni
kost yang habis pindah kamar. Yang lainnya
pada nuntut diadakan syukuran..nah jadilah rencana ini dijalankan. Menunya biasa
aja sich sebenarnya.. bahkan amat sangat
biasa. Orang bugis pasti sudah pada bisa nebak
makanan sebangsa apa yang bakal dibikin..hahaha… yapz betul..100 dech
buat kamu…. Klepon alias onde – onde. Gampang
kan ???? (sambil nyengir kuda). Apalagi para
pelakunya (chef nya) adalah orang – orang yang hobby makan makanan ini..
ditambah background mereka sebagai seorang farmasis (emang berhubungan yach???)
ya iyya dong saya berbagi 1 rahasia besar…sst jangan berisik ..anak farmasi itu
jago masak lho (ini mah bukan berbagi
rahasia neng, tapi nyombongin diri euy..astaghfirullahaladzhim). Bagaimana tidak, 4 plus 1 tahun mereka bergelut dengan resep ,
takaran, rasa, bau dan lumpang alu. Walau
resep itu adalah resep obat yang
sumbernya dari the white coat bukan resep masakan beneran dari cheff resto
terkenal. Hahahaha…
Lanjut cerita… mulailah mereka meracik adonan..bahan A bahan B
ditumplek plek jadi 1.. tambah ini tambah itu, ngaduk ngiduk, ampe muter –
muter (ini bikin kue apa lomba joget sich..koq pake muter – muter segala). Bahkan
pake acara banting – banting … yang ini mah asli lebaaaayyy
Tanda dan gejala awal kue ini
bakalan GATOT sudah keliatan pemirsa… adonan sudah berasa lain..tapi semua pada tidak ngeh… asik – asik aja tuh pada, teteup lanjuuuut. Setelah
bola – bola cantik dan anggun itu diisikan dengan gula merah, dilanjutkan
dengan memasaknya ke air mendidih..plung..plung..plung, 1, 2, 3 bola- bola
putih pucet itu nyemplung ke dalam air mendidih…tenggelam dan haaa terapung
apung setelah beberapa saat..ini tandanya apa teman – teman???? Yepz, kuenya
udah mateng..tinggal diangkat dan selanjutnya diguling2kan pada kelapa parut. Makin
cantik lah penampilan si onde – onde .
Sudah mateng??? Enak??? Itulah harapan
dan memang keyakinan kami…impian menikmati onde – onde enak, kenyal, manis dan
memuaskan nafsu..eh selera kami bentar lagi kan kejadian.. (ada yang ngiler yah
ngebaca ini..sorry kami sama sekali tak bertanggung jawab untuk hal itu).
Tapi ternyata..apa yang terjadi
pemirsa??? Bukannya menikmati onde2 yang sesuai harapan..yang ada hasilnya
adalah sebuah bola – bola dari tepung berisikan gula merah dan berselimut
kelapa parut yang amaaaat keras… haa apppaaa ??? keras??? Betul..betul..betul.
sekali lagi KERAS yang menyerupai batu. Bahkan yang lebih parah.. bagian
dalamnya kurang mateng..teng..teng..
Bingung ??? tentu saja…wooii apa
yang salah sich…untuk sementara kami memprediksikan sendiri letak kesalahan itu…belum
seyakin – yakinnya.
Malamnya, iseng aku mengirim sms
sama saudara di makassar. Kurang lebih
seperti ini “ deng, kalau mau bikin onde – onde itu pakenya tepung beras apa
tepung ketan ya??? “ sekaligus kutambahakan pesan dibawahnya : “jangan
diketawain yach”
Kurang lebih lima nemit kemudian
, dateng sms balasan : “sorry dik, baru balas soalnya baru bisa selesai ketawa
nya..wkwkwk” (tuh kan ..aku bilang juga apa..pasti ujung – ujungnya bakalan diketawain..firasat
sich dari tadi). “ kalau mau bikin onde – onde yang kerasnya seperti batu bikinnya pake tepung beras, tapi kalau mau
yang enak bikin dari tepung ketan campur tepung beras biasa (2:1)” .
Gubraaakkk!!! Spontan aku ketawa …
hahaha..nah lho kan tadi siang udah kejadian tuch..onde – onde bikinan TH no.19
keras seperti batu.. sambil terus ketawa kusampaikan hal ini sama yang lainnya
(jago yach..bisa ngomong sambil ketawa). Sontak yang lainnya menyambut dengan
ketawa pula...macam mana pula ini…
Ternyata rahasia keunikan onde –
onde ala TH no.19 ini ( kata unik = gagal ..lebih sopan dan terhormat) adalah
dari bahan utamanya yaitu tepung..seharusnya digunakan tepung ketan malah
tepung beras, solo karir pula… wkwkwk.
Tapi yang mengharukan
adalah..walaupun sudah tau kalau produk itu gagal..para pelakunya teteup
menikmatinya santai walau penuh
perjuangan (^_^).. andai gigi dan rahang bisa ngomong pasti mereka bakalan
protes..wooiiii napa sich pada makan batu. Tapi segigih – gigihnya mereka,
akhirnya tetap nyerah juga, onde – onde keren itu harus bersisa 8 biji, para
eksekutor sudah tak mampu lagi berkompromi dengan onde – onde yang makin lama
makin keras (faktor penurunan suhu).
Inilah salah satu kisah kami di
TH no.19. hal konyol yang dapat memberikan pelajaran berharga. Hal yang sangat
sederhana tapi meninggalkan kesan dan pesan moral bahwa “belajar itu harus, bertanya itu perlu,
bertindak itu penting..bahkan untuk hal – hal yang sangat sederhana”, tak ada
kata telat untuk belajar, tak ada kata malu untuk menjadi bisa,..dan tak ada
onde – onde dari tepung beras”..
Jangan sekedar mentertawakan,
apalagi meledek, menghina, mencela dan semacamnya pada semua pelakunya. Mereka hanyalah
makhluk Tuhan yang paling lucu dan menggemaskan, mereka tidak bersalah. Terima kasih
telah bersedia membaca dan tersenyum untuk kami…
*********************************************************************************
Starring (atas nama kehormatan, harkat dan martabat, nama pemerannya di
inisialkan) :
- Teh AR : (cheff bagian adonan dan penggulingan, eksekutor paling tangguh)
- Teh AT : (cheff bagian pembulatan dan pengisian , eksekutor)
- Mba LL : (cheff bagian nyemplungin, eksekutor)
- Jenk AH : ( hampir jadi cheff , untung lagi ada kegiatan diluar,tapi diduga terlibat karna tidak melakukan protes pada saat terjadi kesalahan pada bahan utama bahkan turut membenarkan, penulis)
- Teh NSS : (hampir jadi cheff dan eksekutor juga, untung lagi keluar, tapi dipastikan terlibat karna bersama dengan pelaku lain membeli bahan utama, juga sebagai pemrakarsa acara ini)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar